Jairo Riedewald, Si Pencetak Rekor di Ajax yang Dinanti Kluivert

- Jairo Riedewald disebut Patrick Kuivert akan coba segera dinaturalisasi Indonesia. Riedewald dikenal sebagai pemain serbabisa dan pemegang sebuah rekor di Ajax.
Ketika menjalani konferensi pers perkenalan sebagai pelatih timnas Indonesia di Hotel Mulia, Minggu (12/1/2025), Patrick Kluivert, sempat menyinggung Jairo Riedewald.
Pelatih berusia 48 tahun itu membocorkan bahwa Jairo Riedewald akan coba dinaturalisasi.
Kluivert menantikan Riedewald bergabung bersama timnas Indonesia.
"Saya bisa menyebutkan satu nama, mungkin itu Jairo Riedewald. Saya sudah berbicara dengan dia," ujar Patrick Kluivert dalam sesi konferensi pers hari Minggu (12/1/2025).
"Kami mencoba untuk menaturalisasinya secepat mungkin," ucap mantan pemain Ajax dan Barcelona tersebut.
Patrick Kluivert mengabarkan bahwa Jairo Riedewald hanya salah satu pemain yang dia dekati. Kemungkinan, akan ada lebih banyak lagi pesepak bola yang bisa dinaturalisasi.
"Dia adalah salah satunya. Bisa jadi lebih banyak lagi, ya," kata Patrick Kluivert.
Jairo Riedewald saat ini membela klub Belgia, Royal Antwerp. Ia merupakan lulusan akademi masyhur Ajax, tim raksasa Belanda.
Ia menciptakan sensasi ketika mencatat debut di Eredivisie bagi Ajax pada usia 17 tahun.
Debut Riedewald untuk Ajax terjadi pada 22 Desember 2013. Kala itu, Ajax bertamu ke markas Roda JC.
Riedewald masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-80 menggantikan gelandang asal Denmark, Christian Poulsen.
Saat Riedewald masuk, Ajax masih tertinggal 0-1 dari Roda JC. Pemain keturunan Manado itu segera memberikan dampak instan usai berada di lapangan.
Bagaimana tidak? Riedewald membuat dua gol, masing-masing pada menit ke-88 dan 90+2. Ajax pun bisa membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas Roda JC.
Sampai saat ini, Riedewald masih menjadi pemegang rekor sebagai pemain termuda Ajax yang mampu bikin gol pada laga debut di Eredivisie.
Tatkala menjebol gawang Roda JC itu, Riedewald berusia 17 tahun plus 104 hari.
Debut gemilang itu bak menegaskan status Riedewald sebagai salah satu talenta menjanjikan binaan Ajax.
Ia ambil bagian ketika Ajax menjuarai Eredivisie pada 2013-2014. Riedewald bertahan di Ajax sampai 2017 dengan mencatat total 93 penampilan dan tiga gol.
Ketika masih membela Ajax, Riedewald juga sempat tiga kali bermain untuk timnas Belanda.
Riedewald tercatat membela Belanda kala berkompetisi di Kualifikasi Euro 2016 pada tahun 2015.
Walau begitu, Riedewald masih punya kans dinaturalisasi Indonesia, sebab ketika membela Belanda, ia belum mencapai usia 21 tahun
Ketentuan itu ada dalam artikel 9 aturan perpindahan kewarganegaraan yang diterbitkan FIFA.
Riedewald juga memiiki darah Manado dari sang nenek, sehingga masih boleh untuk mengajukan perpindahan kewarganegaraan.
Kehadiran Riedewald bakal jadi amunisi bagus buat timnas Indonesia besutan Patrick Kluviert.
Pemain berusia 28 tahun ini serbabisa, mampu merumput sebagai gelandang bertahan, bek tengah, atau bek kiri.
Ia juga kenyang pengalaman mentas di liga kompetitif, yakni Premier League. Usai membela Ajax, Riedewald pindah ke Crystal Palace pada 2017.
Di sana, ia bermain selama tujuh tahun sebelum akhirnya pindah ke Royal Antwerp di Liga Pro Belgia pada tahun 2024 silam.